Disperta Ngawi Panen Raya 8 Ton per Hektare, Apa Rahasianya?

Rabu (21/2) lalu, Dinas Pertanian (Disperta) Ngawi panen raya perdana dengan hasil 8 ton per hektare di Desa Sukowiyono, Padas. Apa rahasianya?

Sejak November 2017 lalu, untuk pertama kalinya Kelompok Tani Sri Agung menggunakan benih padi unggul M-400. Selama penanaman, petani menggunakan pola budi daya organik tanpa bahan kimia. Hasilnya cukup mencengangkan, kelompok tani tersebut mampu menghasilkan maksimal 400 bulir per batang padi.

Jumlah bulir yang cukup banyak membuat petani mendapatkan hasil panen melimpah, yaitu delapan ton per hektare lahan. Panen raya kemarin dilakukan pada 145 hektare lahan dan dihadiri langsung oleh Kepala Disperta Ngawi, Marsudi.

Penanaman perdana benih padi unggul M-400 merupakan satu langkah gerak cepat yang dilakukan Pemerintah Ngawi. Hal ini dikarenakan lahan pertanian di Ngawi berkurang akibat proyek jalan tol. Menurut Marsudi, menanam benih M-400 menjadi satu langkah tepat untuk meningkatkan produksi.

Baca Juga: Makan Makanan Organik Sama Artinya dengan Hidup Ramah Lingkungan

“Kami mengembangkan potensi benih padi M-400 di 1.200 hektare lahan di Ngawi. Harapan kita para petani dapat menghasilkan panen hingga 8 ton per hektare atau lebih dengan cara penanaman organik M-Tani,” jelas Marsudi.

Disperta Ngawi memaparkan, target tanam realisasi panen tahun 2018 yaitu 131.000 hektare. Sedangkan potensi produksi padi di Ngawi seluas 650.000 hektare. Jika dibandingkan dengan hasil sebelumnya, panen raya kali ini memiliki peningkatan.

Sumber: Youtube