Petani Mitra Nganjuk Tergiur Melihat Hasil Panen Raya Benih M-400 di Ngawi

Petani mitra di Nganjuk, Jawa Timur sangat tergiiur melihat hasil panen raya benih M-400 di Ngawi, Jawa Timur yang mencapai delapan ton per hektare.

Mereka juga memuji keunggulan benih M-400 yang hampir 100 persen bernas. Dari seluruh benih yang direndam, hanya kurang dari satu persen benih yang mengambang sehingga benih M-400 terbilang bagus.

Informasi ini didapat langsung dari salah satu pendamping M-Tani Agung Widodo, yang selalu melaporkan kegiatan hariannya dengan foto atau video. Ia mengatakan pada M-Tani, “Dari lima kg benih dalam satu kemasan, tidak sampai satu persen benih yang mengambang. Benih bernas.”

Saking tergiurnya melihat hasil panen di Ngawi, tiga poktan di Nganjuk dengan luasan lahan 20 hektare langsung mengikat kontrak perjanjian untuk bermitra dengan M-Tani.

“Sebagian petani di Nganjuk tergiur melihat hasil panen raya di Ngawi, di wilayah mereka belum ada varietas unggul baru seperti benih M-400. Petani juga sangat antusias melakukan kemitraan karena mereka tak perlu pusing memikirkan penjualan gabah, seluruh hasil panen akan dibeli oleh M-Tani,” tukas Agung.

Baca Juga: Triawan Munaf Sempatkan Mampir ke Stand Beras M-Tani di Event Pasar Kita

Agung juga menambahkan, ada satu tantangan bagi petani mitra di Nganjuk, yaitu penanaman sesuai SOP M-Tani yang mengharuskan penggunaan pupuk organik keluaran M-Tani (Optima Solution dan Painibacillus polymyxa).

“Petani mitra di Nganjuk ini belum pernah menanam padi menggunakan pupuk seperti SOP M-Tani. Nah, hal inilah yang menjadi tantangan tersendiri bagi mereka sebagai petani. Semoga saja hasil panennya bisa melimpah seperti yang mereka harapkan,” ucapnya.