Seperti Apa sih Inovasi Teknologi yang Diterapkan M-Tani?

M-Tani memiliki varietas unggul M-400 yang terbukti dapat meningkatkan produksi padi. Sebelum mulai mengaplikasikan penanaman benih, pihak M-Tani pastinya selalu mengadakan sosialisasi langsung pada petani agar hasil yang dicapai benar-benar maksimal.

M-Tani bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengembangkan hasil produksi petani pada lahan seluas 3.000 hektare. Sekitar 1.750 hektare berada di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Adapun inovasi teknologi yang diterapkan oleh M-Tani yaitu penggunaan varietas unggul M-400, pupuk organik remah, pupuk hayati penyubur tanah, pupuk hayati pertumbuhan tanaman, pupuk hayati PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria), dan media biakan agens hayati.

Penggunaan pupuk hayati bertujuan untuk menekan penggunaan pupuk dan pestisida kimia. Selain itu, pupuk hayati juga dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas padi agar meningkat sesuai harapan petani dan pemerintah. Benih M-400 secara maksimal mampu menghasilkan 400 biji padi.

Pada 24 – 26 Oktober 2017 lalu, M-Tani bersama Kementan melakukan bimbingan teknis (bimtek) di Kabupaten Sragen. Tanggal 24 Oktober di Kecamatan Sidoharjo, dan 25 – 26 Oktober di Kecamatan Masaran.

Kegiatan bimtek ini dibuka langsung oleh Wakil Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sragen. Ia menekankan petani agar turut aktif menyukseskan program ini. Benih M-400 yang ditanam pada 1.750 hektare lahan melibatkan banyak petani yang tergabung dalam beberapa kelompok tani.

Dengan menanam benih M-400 keluaran M-Tani, harapannya petani dapat meningkatkan hasil produksinya, serta menghasilkan beras berkualitas.

 

Sumber: http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/en/berita-terbaru-topmenu-58/1358-m-tani