Belum Kenyang Kalau Belum Makan Nasi, Kenapa ya?

Sering enggak sih, kamu merasa ada yang kurang saat belum mengonsumsi nasi? Pasti enggak sedikit di antara kamu yang sering merasa seperti itu. Kira-kira kenapa, ya? Kamu yang penasaran bisa cek paparan berikut ini.

Mayoritas orang Asia, terutama Indonesia mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Mayoritas dari kita juga paham kalau nasi mengandung indeks glikemik yang cukup tinggi. Hal inilah yang membuat sebagian orang jaga jarak dengan nasi, karena karbohidrat dapat menjadi gula di dalam tubuh dalam waktu cukup cepat.

Percaya atau tidak, perasaan belum kenyang kalau belum makan nasi ternyata berasal dari pikiran kita. Nasi yang mengandung indeks glikemik cukup tinggi mempengaruhi otak untuk merespon ketagihan. Sehingga tanpa disadari alam bawah sadar kita akan terus menerus meminta nasi, walaupun sebelumnya sudah banyak mengonsumsi makanan lain.

Tahun 2018 ini, sudah banyak orang-orang yang mulai beralih memiliki gaya hidup sehat. Dimulai dengan menghindari nasi, atau dengan mengonsumsi makanan organik yang lebih terjamin untuk kesehatan mereka.

Bicara soal organik, ternyata nasi juga dapat diproses secara alami loh. Buktinya sudah banyak varietas beras organik yang beredar di pasaran, mulai dari beras merah, hitam, bahkan beras putih organik.

Baca Juga: Disperta Ngawi Panen Raya 8 Ton per Hektare, Apa Rahasianya?

Beredarnya brand organik di pasaran membuat sertifikasi jadi hal wajib bagi mereka yang memproduksi makanan-makanan organik. Mengapa? Karena tidak semua konsumen dapat membedakan mana makanan organik, dan mana yang tidak.

Bagi orang-orang yang ingin hidup sehat, bukan berarti kamu harus sepenuhnya menghindari nasi. Buktinya, ada salah satu produk beras organik keluaran M-Tani yang sudah teruji secara hukum, yaitu Mountain Rice. Penasaran? Yuk cobain, belum kenyang kan kalau belum makan nasi?